Teknis Mengajari Anak Membaca

Teknis Mengajari Anak Membaca

Mengajari anak membaca adalah hal yang tidak sepele, dimana anak mempunyai  kekhasan sendiri yang menyebabkan para orang tua merasa kesulitan mengajari anak mereka membaca. Ketahuilah untuk mengajari anak membaca, kita harus membiasakan anak berinteraksi dengan buku atau majalah dan melakukan tahapan berikut ini :

  1. Kenalilah apa yang disukai anak, saya menyarankan untuk mengetahui Mesin Kecerdasan anak lewat Tes STIFIn
  2. Ketahuilah ritme keseharian anak, kapan waktu dia lapar, minum susu, tidur, dan aktifitas rutin lainnya.
  3. Pahamilah apa yang tidak disukai anak, sebisa mungkin tidak mempermainkan emosi anak dengan hal yang tidak dia sukai, misalnya dengan mengancamnya karena tidak mau belajar, menakut-nakutinya dengan perkataan atau tindakan yang mengusik kenyamanannya, misalnya dengan sikap marah, kesal apalagi memukul.
  4. Mulailah dengan bermain

 

PENTING JUGA UNTUK DIBACA : 

KULIAH ONLINE MONTESSORI BERSERTIFIKAT HANYA RP.60.000 PER BULAN

TRAINING UNTUK IBU YANG INGIN BELAJAR MONTESSORI DI KOTA SERANG BANTEN

 

Menggunakan mainan atau apapun yang disukai anak akan membuat anak merasa nyaman, tidak menyadari bahwa dia sedang belajar. Gambar dan tuliskan benda yang dia sukai di kertas berwarna akan lebih menarik perhatian si kecil.

Pada awalnya anak biasanya akan mencoret-coret gambar maka kita arahkan si kecil untuk mewarnai gambar tersebut, siapkanlah pensil warna atau crayon.

Setiap anak pasti merasa bosan. Waktu belajar anak berkisar antara 10 sampai dengan 30 menit, bahkan ada anak yang hanya bertahan dalam waktu 5 menit saja. Kita bisa mensiasati hal ini dengan mengenal betul ritme keseharian anak seperti di saat dia lapar, mengantuk, haus, capek dan lain-lain.

Memahami ritme ini menghindarkan anak dari rasa tidak nyaman dan jenuh. Tetapi bukan berarti kita mengabaikan waktu – waktu itu tanpa belajar. Kita bisa sambil membacakan buku cerita di saat anak mengantuk dan menjelang tidur, anak biasanya senang akan hal ini.

Namun sebelumnya, minta anak menunjukkan huruf depan dari judul buku, lalu kita bacakan hurufnya serta dua suku kata yang menyertai huruf tersebut, begitulah seterusnya sampai anak sendiri yang akan membacakan setiap dua suku kata pada awal judul cerita yang akan dibacakan.

Jika anak menghindar ketika kita sodorkan buku atau sarana belajar lainnya, maka janganlah sekali-kali kita memarahinya apalagi dengan perkataan sikap kesal yang membuat anak takut.

Sebisa mungkin orang tua harus mengetahui cara tepat dalam menghadapi mood anaknya.

Ada pengalaman dari seorang ibu yang mengalami kesulitan mengajari anaknya membaca, karena anak tersebut hiperaktif tetapi akhirnya sang ibu berhasil mebuat anaknya mampu membaca dan tidak mau berhenti membaca tulisan apapun yang ia jumpai.

Bagaimana caranya? Sang ibu mengikuti anak bermain, berlari kesana kemari, melompat dan sebagainya sambil membawa kartu huruf suku kata. Setiap anak tersebut ingin berlari, sang ibu berkata “Mobil mau jalan yaa!…silahkan baca kartu ini dulu, pasti mobilnya bisa ngebut!”

Begitu seterusnya, sang ibu tak kehabisan akal dan cara. Di manapun dan kapanpun kita bisa memulai mengajari anak untuk membaca.

Bermain adalah  dunianya anak-anak, jangan pisahkan belajar dengan bermain. Bermain adalah hal yang sangat penting bagi anak dan perkembangannya. Papalia (1995), seorang ahli perkembangan manusia dalam bukunya Human Development, mengatakan bahwa anak berkembang dengan cara bermain.

Dunia anak-anak adalah dunia bermain. Dengan bermain anak-anak menggunakan otot tubuhnya, menstimulasi indra-indra tubuhnya, mengeksplorasi dunia sekitarnya, menemukan seperti apa lingkungan yang ia tinggali dan menemukan seperti apa diri mereka sendiri.

Bagaimana cara yang efektif agar anak cepat belajar membaca? Ikuti langlah berikut ini,

Usia 2 – 3 Tahun

  1. Biasakanlah menuliskan nama anak pada benda miliknya, dan benda milik anggota keluarga.
  2. Kenalkan huruf pada anak melalui tulisan pada gambar kemasan atau apapun
  3. Membiasakan dengan membaca yang benar sesuai yang seharusnya dibaca
  4. Dekatkan anak pada alat tulis, membiasakan memegang alat tulis
  5. Bermain tebak-tebakan huruf dengan menuliskannya

Usia 3 – 4 Tahun

  1. Dekatkan anak dengan buku (cerita atu majalah) hal tersebut akan memicu motivasinya untuk segera bisa membaca.
  2. Mengenalkan aktivitas keseharian dengan tulisan beserta gambarnya lebih baik. Misalnya mengenalkan kata “makan, minum, tidur, mandi” dan kata kerja lainnya tapi yang merupakan keseharian anak dan anak paham betul dengan makna kata tersebut. Bisa juga nama-nama hari dan benda yang dia gunakan sehari-hari.
  3. Mengenalkan suku kata bukan huruf lepas, ajaklah anak melihat cara anda menuliskan nama benda atau setiap mainan yang dimiliki atau jenis makanan yag disukai.
  4. Buatlah kartu suku kata dengan kertas berwarna.suku kata bervariasi mulai yang sederhana yakni terdiri dai dua huruf “ba,ca,da, si, …” sampai yang paling sulit terdiri dari tiga dan empat huruf “ber, ter, jan, nau, lau, …” “tang, bang, sang, …” tentunya secara bertahap. Tetapi langsung pada kata yang bermakna, misalnya “ber – sa – ma”, “me – nu – lis”, “tang – ga” dan seterusnya.

BACA JUGA : 

KULIAH ONLINE MONTESSORI BERSERTIFIKAT

 

Usia 4 – 6 Tahun

  1. Di masa ini anak sudah mulai bisa diajarkan membaca kata bahkan kalimat pendek, beri stimulus tepat caranya tuliskan aktifitas keseharian anak pada kartu terpisah, misalnya Aku sudah besar, Aku suka makan pizza dll, tuliskan setiap katanya pada kertas terpisah kemudian ajarkan anak kata demi kata dahulu setelah dia bisa membacanya maka lanjutkan dengan merangkainya dalam satu kalimat.
  2. Anda sudah bisa memulai dengan mengenalkan tanda baca (? Dan !) langsung pada kalimat sederhana, misalnya “wah bagus ya bukunya!”, “hari apa sekarang?”, dst. Bacalah dengan intonasi yang tepat agar anak bisa memahami perbadaan dan
  3. Bisa memulai belajar menulis, pada usia ini anak sudah mampu belajar menulis. Mulailah dengan bendahara kata yang sudah ia pahami. Biasanya jika anak sudah sering melihat anda menuliskan kata-kata yang hendak dipelajari maka dengan mudah dia menuliskannya pula.
  4. Hindari hal yang membuatnya bosan. Jika telihat lelah dan mulai bosan maka hentikan ajak dia bernyanyi, bermain boneka atau mobil-mobilan, bercerita dan lain sebagainya. Janganlah anda memaksakan dengan alasan karena waktu belajar baru sebentar atau belum habis. Utamakanlah kondisi yag siap da bersemangat dari pada memaksakan tetapi tidak optimal dan membuat anak menganggap belajar membaca adalah hal yang membosankan.

Dari langkah di atas yang lebih penting adalah cara anda berekspresi saat berkomunikasi pada anak. Anak tidak paham tujuan dia membaca dan manfaatnya, maka dari itu anda harus bisa berekspresi yang menarik perhatian anak saat anda membaca buku cerita pada anak, hal itu membuat dia terstimulus ingin tahu dan ingin juga melakukan hal yang sama karena terlihat asyik dan menyenangkan.

Kedua, anda juga harus senantiasa menunjukan mencontohkan sikap yang baik dan tidak baik pada setiap cerita yang anda baca, buatlah anak memahami nilainya, ketiga anda harus juga menunjukkan budaya gemar membaca. Anak melihat anda sering membaca buku, koran atau majalah dan sesekali perlihatkan padanya apa yang and abaca.

Setiap anda berpeluang menjadi orangtua yang baik bagi anak-anak anda.

 

Leave a Reply