Sudahkah Anda Menjadi Guru Yang Baik Di Dalam Kelas?

25 November kemarin adalah Hari Guru Nasional. Kita sampaikan dengan suka cita, rasa cinta dan penghormatan kita kepada para guru. Ucapan terimakasih, mungkin bunga, mungkin kue, ada pesta kecil-kecilan di ruang kelas.

Sebagai guru pun, mungkin kita mendapatkan ucapan yang sama. Atau sebagai orangtua, mengucapkan selamat kepada guru anak-anak kita. Berharap besar, akan kebaikan selalu melingkupi mereka para guru. Meningkatnya kapasitas, kompetensi dan kesejahteraan mereka.

Di momen yang baik ini, kami dari Jejak Jemari, sebagai lembaga yang fokus pada pembenahan sistem pendidikan, yang salah satunya adalah peningkatan kompetensi seorang guru, ingin mengajak kita semua sebagai guru untuk mengevaluasi diri.

Sebagai guru, apakah kita sudah menjadi guru yang baik di dalam kelas? Apa barometernya dikatakan sudah baik dalam kompetensi pedagogik kita?

Perhatikan kelas anda. Apakah kebisingan di kelas anda adalah suara diskusi anak-anak dan bukan kebisingan yang mereka buat karena mereka saling mengganggu, tidak disiplin, tangisan, teriakan? Atau kebisingan yang ada adalah diskusi aktif, kerjasama, kolaborasi, debat dan penyelesaian masalah. Barometer kegaitan bisa kita sesuaikan dengan tautan usia dan kelas mereka tentunya.

Perhatian juga di kelas anda. Apakah anak-anak sudah mampu membuat keputusan untuk diri mereka sendiri. Dengan siapa mereka duduk, dengan siapa mereka bekerjasama, dan apa yang harus mereka pelajari dan kerjakan. Kemampuan anda dalam memanajemen kelas terlihat dari sana.

Di dalam kelas anda, sudahkah ada refleksi dan evaluasi? Tentukan waktunya, apa yang sudah dilakukan hari ini, lalu apa yang akan mereka lakukan besok? Sudahkah anda mengajak berfikir bersama ke arah yang sama pada anak-anak tersebut? Mengajak anak-anak mengevaluasi sama dengan kita mengajak mereka untuk berdisiplin pada pembangunan harapan yang lebih baik di esok hari.

Ajak anak-anak untuk berpikir kritis. Dapatkan mereka menyelesaikan persoalan mereka dikehidupan nyata? Jadikan semua itu nyata. Dialog antara guru dan siswa, dialog sesama siswa akan memacu kecerdasan mereka dalam memahami hubungan antar personal. Semua persoalan dibicarakan, ini adalah stimulus kecerdasan bahasa pada anak.

Apakah anda telah memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menggunakan ide mereka sendiri. Mereka melukis, menulis dengan ide mereka sendiri. Menanamkan inovasi pada diri mereka sejak kecil. Kompetensi bahasa akan mencuatkan kemampuan literasi pada diri anak.

Sudahkah anda memberikan kebebasan anak-anak untuk mengatur pembelajaran mereka sendir? Apa yang mereka sukai dan apa yang mereka inginkan dihari itu? Mereka mencoba untuk belajar tentang pengetahuan alam di hari ini, dan mereka menginginkan belajar bahasa Inggris di esok hari, sudahkah anda menfasilitasi itu semua? Anak-anak berkeinginan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam belajar. Ini luar biasa.

Terakhir, apakah anda benar-benar memperhatikan keterhubungan kurikulum dan perkembangan anak-anak anda di dalam kelas? Bukan hanya menyenangkan, sebagai guru yang baik, kita harus benar-benar memikirkan tahapan perkembangan pada anak, menuliskan laporan perkembangannya dalam dokumen observasi yang kita buat. Karena tiap anak adalah unik, tiap anak membutuhkan perhatian khusus, dan sejatinya itulah tugas-tugas kita sebagai pendidik.***

Jejak Jemari Institute

Lembaga Training dan Manajemen Sekolah

0812 1930 8766

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *