Sekolah Ditangan Pebisnis

Mengembangkan sekolah, membutuhkan keseriusan. Bersungguh-sungguh dalam makna yang sebenarnya. Direncanakan, dieksekusi dan dievaluasi. Keterbatasan, bukan menjadi alasan untuk menjadikan sekolah tidak berkembang. Harus ada yang menjaga kesungguhan ini, agar tetap menjadi sebuah cita-cita besar. Mejadikannyanya sebagai landasan berpikir dan bertindak

Mamat Ruhimat dan Erni Furwanti pasangan muda yang memiliki idealisme dalam membangun sekolahnya, bisa dijadikan inspirasi bagi kita dalam membangun sekolah. Melihat sekolah dari sudut yang berbeda. Kesungguhan mereka terlihat dari pandangan, tahapan, rancangan, semua disiapkan sesuai porsinya.

Memang berbeda ketika sekolah hanya berjalan sesuai keadaan, dibandingkan dengan sekolah yang dirancang dengan seksama.  Sekolah yang dihitung dan dimanage dengan pola bisnis. Disini kita bukan sedang membicarakan sekolah sebagai bisnis. Tetapi semangat bisnis mewarnai manajemen sekolah.

Daycare yang dibangun oleh Bunda Erni dalam beberapa tahun terakhir mungkin belum sebesar daycare ternama lainnya. Ada di pinggiran kota Bandung, dan mungkin belum banyak yang mengenalnya.

Dari beberapa kali pembicaraan dengan kami, Jejak Jemari Institue, yang kami berfokus pada pendampingan sekolah, membaca bahwa pasangan ini telah menyiapkan langkah-langkah bisnis yang luar biasa.

Dengan keterbatasannya, mereka menyiapkan pendidikan untuk seluruh guru-gurunya. Menyiapkan SDM. Menyusun pola pikir sebagai business owner “pemilik bisnis”, mengenali tantangan, hambatan, peluang, dan persoalan yang melingkupi “bisnis”mereka.  Mempelajari bagaimana menyiapkan, mengeksekusi, dan mengevaluasinya tiap tahapan bisnisnya.

Merancang bisnis modelnya, yang ini akan menuntun mereka menentukan kapan harus bertahan, kapan harus ekspansi. Kapan harus menahan pengeluaran, mengefektifkan pengeluaran sebagai modal, kapan harus “dikuras” berharap modal bisa kembali. Memetakan kekuatan, mengetahui rekanan, memahami competitor, memetakan jangkauan konsumen dan kebutuhan pasar.

Memahami diri sendiri dalam berbisnis, adalah hal penting dan utama. Ini akan melahirkan prinsip – prinsip bisnis dengan benar. Tidak terombang- ambing oleh ide-ide atau kritik dari mereka yang tidak ada hubungannya dengan bisnis mereka. Karena sejatinya, mereka telah memiliki peta jalan nya sendiri.

Bersungguh-sungguh dalam membangun sekolah, sangat berbeda jauh dengan sekolah  yang dibangun tanpa perencanaan dan hanya mengikuti arus. Sikap nya, adalah sikap pebisnis. Hitung-hitungan nya adalah pegembangan, pengembangan dan pengembangan.

Tetapi apakah seorang pebisnis hanya berfokus pada keuntungan nya saja, dengan melakukan berbagai macam cara? Itu bukan pebisnis tetapi penjahat. Pebisnis selalu memikirkan kepuasan pelanggan, memikirkan peningkatan kapasitasnya sebagai pelayan. Memberikan yang terbaik, itu adalah mindset pebisnis. Memberikan pelayanan yang peripurna, itulah pebisnis.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *