Program Training Calon Guru Profesional

Program Training Calon Guru Profesional adalah sebuah program yang dibuat oleh Jejak Jemari diperuntukkan untuk mereka yang memilih profesi nya sebagai seorang guru. Profesi guru adalah profesi yang mulia memiliki nilai yang tinggi.

Apa yang dirasakan oleh mahasiswa kependidikan, calon lulusan, dan wisudawan kependidikan adalah sebuah kewajaran karena ketidakpastian yang diberikan oleh pemerintah kepada Lembaga Kependidikan seperti digantungkan karena kurang     jelasnya regulasi untuk menjadi tenaga pendidik profesional (guru).

Bayangkan, pemerintah memberikan kesempatan yang terbuka dan sama kepada lulusan sarjana murni untuk menjadi guru profesional, padahal mereka sama sekali tidak dibekali dengan pendidikan pedagogiknya, hanya andragogiknya saja, atau 99% materi asli. Jadi, bagaimana bisa mereka menjadi guru profesional?

Bukankah seharusnya lulusan sarjana kependidikan lebih memahami bagaimana cara mengajar yang baik, metode belajar yang baik, strategi belajar yang baik, memahami karakter siswa, memahami psikologi siswa ketimbang lulusan sajaran yang lain?

 Maka dari itulah sesungguhnya lulusan S.Pd memerlukan Training Calon Guru yang membantu mereka menjadi berkualitas dan membantu menjadi calon guru yang percaya diri.

Menjadi seorang guru ternyata tidak lah mudah. Tidak semua mahasiswa lulusan dari Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan atau Fakultas Tarbiyah serta merta bisa langsung menjadi seorang guru. Guru yang profesional membutuhkan “jam terbang” atau pengalaman yang banyak, karena tuntutan menjadi guru juga tidaklah sedikit.

Menjadi calon guru butuh pengetahuan mengenai banyak hal, tidak hanya apa yang mereka dapatkan di bangku kuliah saja. Ini menjadi PR bagi mereka yang ingin menjadi guru dan dapat menerapkan apa yang mereka dapati di kampus.

Jejak Jemari Lembaga Training dan Konsultan Sekolah ternama di Indonesia membuat sebuah program training calon guru profesional. Apa saja yang akan di dapatkan oleh para peserta training?

  • Materi Kompetensi Kepribadian, menjamin calon guru memiliki :
    • Mampu memiliki kemantapan pribadi dan akhlak mulia,
    • Mampu memiliki kedewasaan dan kearifan,
    • Mampu memiliki keteladanan dan kewibawaan.

Materi ini diukur dengan alat ukur portofolio calon guru, dilengkapi dengan tes kepribadian akan membantu calon guru mengoptimalkan pribadi positif dan potensinya.

  • Materi Kompetensi Pedagogik
    • Mampu memiliki pemahaman dan pengembangan potensi peserta didik,
    • Mampu membuat perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran,
    • Mampu menguasai sistem evaluasi pembelajaran.

Materi ini diukur dengan performance test atau episodes terstruktur dalam Praktek Mengajar langsung dan case based test yang dilakukan secara tertulis.

  • Materi Kompetensi Profesional

Menempa calon guru untuk memiliki pengalaman mengajar meskipun belum pernah mengajar, kami akan membimbing calon guru memiliki kemampuan praktis sehingga calon guru percaya diri, kemampuan itu diantaranya :

  • Kemampuan untuk menguasai landasan kependidikan.
  • Pemahaman dalam bidang psikologi kependidikan.
  • Kemampuan dalam penguasaan materi pelajaran sesuai dengan bidang studi yang diajarkan.
  • Kemampuan dalam mengaplikasikan berbagai metodologi dan strategi pembelajaran.
  • Kemampuan merancang dan memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar.
  • Kemampuan dalam melaksanakan penelitian dan berfikir ilmiah untuk meningkatkan kinerja.
  • Materi Kompetensi Sosial

Kami akan membantu calon guru memiliki kompotensi sosial yakni kemampuan guru untuk memahami dirinya, mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru :

  • Melatih cara berkomunikasi dengan baik secara lisan, tulisan, dan isyarat.
  • Melatih cara menggunakan teknologi komunikasi dan informasi.
  • Melatih cara bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik.

Tunggu Jadwal kami di kota-kota anda, atau pantau terus agenda Taining Calon Guru Profesional dari Jejak Jemari