Ketika Anak Gemar Membaca

Ketika Anak Gemar Membaca

Mengajari anak membaca adalah hal yang mudah jika mengetahui cara yang tepat. Anak usia 3 – 6 tahun adalah masa emas untuk belajar, mengarahkan apa yang dia sukai merupakan awal dari langkah kita sebagai orag tua untuk memulai mengajari anak membaca. Namun yang lebih penting dari itu bahkan yang lebih utama adalah bagaimana menanamkan gemar membaca pada anak, hal ini dapat menumbuhkan motivasi anak untuk belajar membaca.

Menumbuhkan gemar membaca pada anak bisa dimulai sejak anak usia dua tahun.  Yakni dengan :

Continue reading
Jika Tidak Dikemas Dengan Baik, Dongeng Anak Meresahkan Kejiwaan Anak

Jika Tidak Dikemas Dengan Baik, Dongeng Anak Meresahkan Kejiwaan Anak

Belief  dan Value, Kepercayaan dan sistem nilai

Jika kita tak peduli, anak-anak kita lewat televisi banyak sekali disodorkan dengan tayangan renyah memang tapi sayang tak berbobot, tak bernilai pendidikan, bahkan terkesan tak ber-etika. Film, realityshow bergenre horor, mistik, tak masuk logika.  Produser hanya berfikir filmnya laku dipasaran, film nya duduk di retting teratas penayangan. Lalu sebenarnya bagaimana dampaknya pada kejiwaan anak?

Tahukah anda bahwa film horor bisa mengganggu kepercayaan dan system nilai anak-anak kita, mereka tidak mampu membedakan mana yang nyata dan mana yang sebenarnya hanya rekaan semata. Untuk menghindari tuntutan efek dari film tersebut, dengan percaya diri produser atau pihak televisi membubuhi symbol “BO” (Bimbingan Orangtua) maka terlepaslah tanggungjawab mereka akan film itu setelah dilepas di pasaran. Selanjutnya orang tualah yang berperan disana. Cukup kah sampai disana tanggungjawab Produser? Menyuguhkan tontonan tak bermutu tanpa rasa bersalah sedikitpun?

Ketika anak mendengar dan melihat, hal tersebut akan secara langsung terinternalisasikan ke dalam system kepercayaan dan akan terekam sampai anak tersebut dewasa, mereka akan  “percaya hal mistik atau klenik yang tak logik bahkan tak beretika”. Bagaimana peran negara? Pada system Neolib ini tentunya Pasar mengatur dirinya sendiri, dan negara hanya menjadi juru catat saja. Tak punya peran lebih

Continue reading
Panduan Orangtua Dalam Membacakan Buku

Panduan Orangtua Dalam Membacakan Buku

Sering kebingungan bagaimana memulai membacakan cerita pada anak anda? Atau sulit menarik perhatian anak ketika anda membacakan cerita? Atau justru anda sering ditinggalkan oleh anak dan memilih melakukan aktifitas lain ketimbang mendengarkan anda membaca cerita?

Jika anda mengalami salah satu di atas, cermatilah panduan sebelum membacakan cerita berikut ini:

  1. Pilihlah cerita sesuai usia

Jangan pernah anda beranggapan bahwa anak anda belum waktunya untuk dibacakan sebuah cerita, karena usia masih terlalu dini. Tidak, sekali lagi saya tegaskan ini anggapan yang salah. Dari anak usia 0 tahun, anda sudah dapat membacakan cerita pada anak anda. Tentunya dengan cara yang tepat.

  1. Usia 0 – 2 tahun

pada masa ini merupakan awal masa perkembangan sensorik-motorik sehingga semua tingkah laku dan pemikiran anak didasari pada hal itu. Cari tema cerita dengan tokoh yang ada di sekitarnya, seperti kucing, cicak, anjing. Atau tokoh manusia yang sudah dikenalnya. Masa ini anak membutuhkan visualisasi dari apa yang diceritakan. Misalkan menirukan suara kucing, maka harus berupaya benar-benar menyerupai suara kucing.

Continue reading
Pentingnya Buku Bagi Anak

Pentingnya Buku Bagi Anak

Terbayang kah dalam benak kita bagaimana kondisi anak – anak kita di tahun 2021?

Yang sudah tentu anak kita hidup di tengah persaingan teman, teknologi, dan tuntutan perubahan dari belahan Negara – Negara.

Kemajuan teknologi membuat peluang pekerjaan menjadi kian sempit, efektifitas tenaga manusia makin meningkat. Lalu bagaimana dengan anak – anak kita? Yang sedari kecil bersekolah? Seperti umumnya para orangtua yang menginginkan anaknya sukses dalam karir dan kehidupannya?

Marilah kita mulai berfikir dan memperbaiki mindset yang ada. Anak-anak kita ini merupakan  generasi masa depan dan mereka lah yang akan menentukan nasib bangsa dan Negara ini ke depan. Kematangan karekter  anak-anak harus mulai dibentuk  sejak awal perkembangannya karena anak – anak yang sedang tumbuh sekarang sangat menentukan karakter bangsa di kemudian hari. Anak-anak saat ini dituntut untuk menjadi pribadi-pribadi  yang tangguh agar Negara ini terlepas dari tekanan krisis dan persaingan dunia yang tak terbendung. Tugas siapakah ini? Lalu bagaimana menyiapkan anak kita untuk membentuk karakter anak yang hebat, kuat dan mampu bersaing menghadapi tantangan kemajuan? Banyak para ahli psikologi mengatakan karakter anak akan terbentuk dengan baik, jika dalam proses tumbuh kembang mereka mendapatkan cukup ruang untuk mengekspresikan diri secara leluasa.

Sudah tidak bisa dielakkan lagi bahwa untuk mengahadapi kehidupan ke depan terlebih pada tahun 2021 dibutuhkan orang – orang dengan kepribadian yang multi talent, cerdas, memiliki keterampilan dalam mencari solusi dan mengatasi masalah, handal dalam berkomunikasi, bersosialisasi dengan baik, punya rasa toleransi dan kepekaan social yang tinggi, berwawasan, pengetahuan luas dan seterusnya.

Continue reading