Model Pembelajaran Sentra

Model Pembelajaran Sentra

Sekolah bagi usia dini merupakan hal penting yang sudah banyak disadari para orangtua, sekolah diharapkan menjadi lingkungann yang dapat memberi stimulus terhadap perkembangan kepribadian , psikomotor, kognitif maupun sosialnya. Yang mana peran orangtua tetap menjadi utama karena sangat mempengaruhi dalam pembangunan kepribadian anak di usia ini.

Bagaimana sekolah anda memandang pentingnya pendidikan usia dini sebenarnya?

Tentu saja sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan usia dini atau yang kita sebut PAUD/TK/RA sepakat dengan  Permendiknas no 58 tahun 2009 tentang tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini yaitu:

  • Tujuan utama: untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan pada masa dewasa.
  • Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah, sehingga dapat mengurangi usia putus sekolah dan mampu bersaing secara sehat di jenjang pendidikan berikutnya.

Dan tentunya juga sepakat bahwa TK sebagai suatu institusi formal dalam melakukan pendidikan untuk anak usia dini juga bertujuan membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial emosional, kognitif, bahasa, fisik atau motorik, kemandirian dan seni untuk siap memasuki pendidikan dasar.

Faktanya

Cukup  mencengangkan jika ternyata lembaga pendidikan formal ini banyak mengalami krisis arah pendidikannya, ini terlihat bahwa sekolah belum juga menemukan metode tepat dalam membantu mewujudkan tujuan seperti yang tertuang dalam permendiknas di atas, sekolah kehilangan arah terkecoh dengan tuntutan orangtua, target belajar dari diknas, dan segudang administrasi yang tidak juga rampung dipenuhi. Tidak jarang sekolah mengalami kegagalan proses pendidikan, guru belum mampu melaksanakan aplikasi pendidikan berkarakter dikarenakan sekolah juga belum menyiapkan konsep dan program pendidikan yang dipahami oleh guru-gurunya.

 

Mari mengenal metode pembelajaran sentra

Model pembelajaran sentra merupakan model pembelajaran yang menitikberatkan sentra bermain pada saat pembelajaran. Sentra bermain merupakan area kegiatan yang dirancang di dalam atau di luar kelas, berisi berbagai kegiatan bermain dengan bahan-bahan yang dibutuhkan dan disusun berdasarkan kemampuan anak serta sesuai dengan tema yang dikembangkan dan dirancang terlebih dahulu.

Model Pembelajaran Sentra

Merupakan model pembelajaran yang telah dikembangkan oleh Creative Center for Childhood Research and Training (CCCRT) yang berkedudukan di Florida, Amerika Serikat, selama 25 tahun dan telah terakreditasi oleh National Association Early Young Childhood (NAEYC) sebagai model pembelajaran yang direkomendasikan dapat diterapkan di Amerika Serikat.

Model pembelajaran sentra dan saat lingkaran merupakan pengembangan dari metode Montessory, High Scope dan Reggio Emilio, yang memfokuskan kegiatan anak di sentra-sentra atau area-area untuk mengoptimalkan seluruh kecerdasan anak (sembilan kecerdasan jamak).

Model pembelajaran sentra dianggap paling ideal diterapkan di Tanah Air kita Indonesia, selain tidak memerlukan peralatan yang banyak, tapi kecerdasan anak tetap bisa dioptimalkan. Model pembelajaran sentra mampu merangsang seluruh aspek kecerdasan anak (multiple intelligent) melalui bermain yang terarah. Setting pembelajaran mampu merangsang anak saling aktif, kreatif, dan terus berfikir dengan menggali pengalaman sendiri. Jelas berbeda dengan pembelajaran masa silam yang menghendaki murid mengikuti perintah, meniru, atau menghafal.

Landasan Model Pembelajaran Sentra

Pelaksanaan model pembelajaran sentra pada anak usia dini berlandaskan pada :

  1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1979 Tentang Kesejahteraan Anak, diantaranya Pasal 2 Ayat (1) Tentang Hak Anak yang berbunyi :

Anak berhak atas kesejahteraan, perawatan, asuhan dan bimbingan berdasarkan kasih sayang baik dalam keluarganya maupun di dalam asuhan khusus untuk tumbuh dan berkembang dengan wajar.

  1. Undang-undang Republik Indonesia 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, diantaranya pada BAB III pasal 9 dan 11. Pasal 9 yang berbunyi :

Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya.

  1. Pasal 11 yang berbunyi :

Setiap anak berhak beristirahat dan memanfatkan waktu luang, bergaul dengan anak yang sebaya, bermain, berekreasi, dan berkreasi sesuai dengan minat, bakat, dan tingkat kecerdasannta demi pengembangannya.

Tujuan Model Pembelajaran Sentra

Sentra memungkinkan anak untuk melakukan manipulasi terhadap berbagi obyek, terlibat dalam role playing saling bercakap-cakap dengan teman-temannya, bereksplorasi, berinteraksi secara fisik, emosional, sosial dan secara kognitif serta kegiatan variatif yang menarik lainnya. Sentra memberikan kesempatan pada anak untuk bermain baik secara individual, kelompok kecil maupun kelompok besar dan bahkan secara klasikal. Anak diperbolehkan memilih kegiatan yang menarik baginya dan akhirnya akan menjadikan anak sebagai pembelajar yang aktif dan interaktif.

Kegiatan bermain dilakukan anak dalam kelompok kecil di sentra atau area yang di dalamnya terdapat berbagai material bermain. Setiap sentra bermain telah disiapkan oleh guru sesuai dengan program pengembangan yang akan diajarkan kepada anak dengan jadwal yang telah ditentukan. Semua kegiatan bermain diarahkan untuk mencapai target yang disesuaikan dengan kemampuan dengan minat anak (child oriented).

Dengan menggunakan sentra bermain aktif, anak akan terlibat secara aktif baik secara fisik maupun mental karena akan mendapatkan berbagai pengalaman belajar dengan melihat, mendengar dan mengerjakan secara langsung atau praktek langsung (learning by doing).

 Adapun tujuan dari pada pembelajaran sentra dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Meningkatkan pelayanan pengalaman belajar kepada anak secara lebih mendalam dengan memberikan kebebasan bereksplorasi dalam setiap
  2. Dengan adanya sentra melatih anak-anak untuk lebih mandiri karena tidak bergantung pada guru kelasnya saja, tetapi akan lebih diarahkan untuk melakukan kegiatan dengan guru-guru yang lain terutama yang menjadi guru sentra.
  3. Dengan adanya guru sentra, maka guru sentra akan lebih fokus dalam mengembangkan sentra yang menjadi tanggung jawabnya dengan menuangkan segala pengembangan ide kreatifnya.
  4. Proses pembelajaran diharapkan berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan anak bekerja mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke anak.
  5. Dalam konteks itu, anak mengerti apa makna belajar, apa manfaatnya, dalam status apa mereka, dan bagaimana pencapaiannya, mereka sadar bahwa apa yang mereka pelajari akan berguna bagi hidupnya nanti.
  6. Anak dapat memposisikan sebagai diri sendiri yang memerlukan suatu bekal untuk hidupnya nanti, dalam hal ini guru sentra bertugas sebagai pengarah dan pembimbing atau inspirator.

Instrument atau Penilaian

Teknik Penilaian harus berpijak pada proses pembelajaran. Oleh sebab itu, data yang dikumpulkan harus diperoleh dari kegiatan nyata yang dikerjakan anak pada saat melakukan proses pembelajaran.

Karakteristik penilaian yang ideal adalah dilaksanakan selama dan sesudah pembelajaran berlangsung, bisa digunakan untuk formatif performasi, berkesinambungan, terintegrasi dan dapat digunakan sebagai feed back.

Untuk menjaring data hasil belajar, Sekolah dapat menggunakan hal-hal yang bisa memberikan masukan penilaian prestasi anak seperti:

  • hasil dari kegiatan/ proyek,
  • pekerjaan rumah,
  • karya wisata,
  • penampilan anak,
  • demonstrasi dan catatan observasi.

Instrumen yang dapat digunakan untuk penilaian di Taman Kanak-kanak dengan memperhatikan sifat dan karakteristiknya adalah :

  • hasil kerja anak (portofolio) yang meliputi hasil karya,
  • hasil penugasan,
  • kinerja anak,
  • tes tertulis, dan
  • format observasi.

Alat penilaian yang digunakan untuk menilai bidang pengembangan nilai-nilai agama bisa digunakan :

  • pengamatan (observasi) dan pencatatan anekdot (anecdotal record),
  • penugasan melalui tes perbuatan,
  • pertanyaan lisan dan menceritakan kembali.

Hal-hal yang dapat dicatat guru sebagai bahan penilaian adalah :

  • anak-anak yang belum dapat menyelesaikan tugas dan anak-anak yang dapat menyelesaikan tugas dengan cepat,
  • kebiasaan/perilaku anak yang belum sesuai dengan yang diharapkan
  • kejadian-kejadian penting yang terjadi pada hari penulisan pelaporan hasil penilaian pada laporan perkembangan anak.

Sebelum uraian (deskripsi), terlebih dahulu dilaporkan perkembangan anak secara umum untuk tiap-tiap program pengembangan. Untuk laporan secara lisan dapat dilaksanakan dengan bertatap muka dan mengadakan hubungan atau informasi timbal balik antara pihak TK dan orang tua/wali dari si anak

Sekolah harus menyiapkan standart format penialaian semua aspek yang dibutuhkan dalam penialain itu sendiri. Selain itu sekolah juga mempunyai standart pelaksanaan pembelajaran yang dipahami semua guru agar semua guru mempunyai satu visi membangun tujuan pendidikan dan pengembangan sekolah sehingga penerapannya tidak mengalami hambatan yang berarti.

Kepustakaan

Abdul Majid, Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi,

Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung: al-Ma’arif, 1978),

Departemen Pendidikan Nasional, Pedoman Praktis Penyelenggaraan POS PAUD,

Departemen Pendidikan Nasional, Pedoman Penerapan Pendekatan Beyond Centers and Circle Times (Pendekatan Sentra dan Saat Lingkaran)

Dewi Salma Prawiradilaga, Eviline siregar, Mozaik Teknologi

Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Metode Pembelajaran

Dipo Handoko, Mengajar Dengan Sentra dan Lingkaran

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak

 

Sekolah anda membutuhkan pendampingan dalam penerapan metode pembelajaran, pelatihan dan pembinaan guru dalam melaksanakan teknik pembelajaran, lengkap dengan format dan prosedur penilaian pembelajaran siswa?

 

Silahkan hubungi

Jejak Jemari Institute (Lembaga Training dan Manajemen Sekolah)

Wa/sms : 0813 1569 5255

Call : 0813 1569 5255

Email : jejakjemariinstitute@gmail.com

Facebook Fan Page : Training Guru Kreatif Jejak Jemari

Web : www.jejakjemari.com dan www.traininggurukreatif.wordpress.com

*Bersedia melakukan observasi langsung ke sekolah sebelum pelaksanaan training dan workshop

Leave a Reply