Membangun Kata Dalam Pikiran Di Area Bahasa Metode Pembelajaran Montessori

Melihat menjadi membaca, meraba menjadi menulis

Masuk dimusim penghujan, tidak menyurutkan semangat para guru di Kota Kembang Bandung untuk mengikuti Training Metode Montessori yang kembali digelar oleh Jejak Jemari Institute bersama Rumah Montessori Bandung di akhir November tahun ini. Training Montessori Level 3 Area Bahasa, berlangsung dua hari pada tanggal 30 November dan 1 Desember 2019 ini, diadakan di Rumah Cinta Daycare Kecamatan Sukasari Bandung, Jawa Barat.

Pada Level ke-3 dari Training Metode Montessori Area Bahasa, para peserta yang bersal dari beberapa wilayah di Jawa Barat ini, mulai diajak untuk melihat “ketersambungan” dengan level – level sebelumnya. Level satu Practical Life dan Level dua Area Sensorial dimana merupakan area persiapan yang dilewati oleh anak menuju kesiapannya untuk belajar menulis dan membaca.

Sungguh, Montessori seperti memberikan jembatan yang berurutan, agar anak dapat membangun semangat belajar dimasa awal sekolahnya. Di Area Bahasa inilah, anak mulai dikenalkan cara memegang pensil untuk pertama kalinya. Anak diberikan sebuah alat, yang digunakan untuk menggoreskan pensil warnanya.

Anak menikmati tahapan ini, tanpa merasakan beban saat memegang pensil untuk pertama kalinya. Perlu diingat, tahapan anak dalam memegang pensil ini melalui tahapan panjang yang telah dilewati anak pada dua area sebelumnya. Metal Inset sebagai alat, sangat membantu anak bukan hanya dalam menggoreskan pensilnya, tetapi juga menstimulus anak membangun pola dalam pikirannya.

Kemampuan anak dalam menuliskan kata menggunakan alat tulisnya, didahului oleh kemampuan anak membangun kata di dalam pikirannya. Tahapan membangun kata di dalam pikiran, telah dilewati anak pada dua area sebelumnya. Anak telah distimulus di Area Practical Life, juga dibangun kemampuannya berbahasa melalui Area Sensorial. Setahap demi setahap, anak pun membangun kepercayaan dirinya, tanpa intervensi guru yang mendominasinya.

Perlu diketahui bahwa, tanpa stimulus anak-anak sulit dapat membangun kata dalam pikirannya. Inilah yang terjadi pada anak-anak yang mengalami problem dalam belajarnya. Seperti anak-anak yang mengalami disleksia dan disgrafia.

Peserta training sangat antusias mengikuti pembelajaran di level tiga area bahasa kali ini. Peserta dibawa dalam keseruan tersendiri dalam memahami tahapan anak untuk bisa menulis dan membaca. Decak kagum memenuhi ruangan, dibeberapa bagian penjelasan Bunda Arum kepada para peserta. Belum lagi apparatus yang digunakan pada level kali ini sungguh sangat menarik perhatian. Kecil mungil dan terkesan lucu. Peserta saja merasa tertarik dengan apparatus tersebut, apalagi anak-anak nanti saat mereka belajar dan menggunakan alat-alat peraga tersebut. ***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *