Materi Parenting : Siap Sekolah

Materi Parenting : Siap Sekolah

“Mama aku mau sekolah, tapi mama temani aku di dalam kelas ya, aku gak mau kalau gak ada mama” ketika kata itu terlontar dari mulut mungil anak anda, apa yang anda pikirkan dan apa yang akan anda lakukan? Apa trik sekolah menghadapi siswa yang seperti? Setiap awal tahun ajaran baru sebagian orangtua dan hampir ada di seluruh sekolah “drama” ini. Bukan hanya di PAUD atau TK bahkan di Sekolah Dasar pun masih ada hal semacam ini terjadi. Bahkan pernah kami dapati ada orangtua yang masih masuk ke dalam kelas anaknya yang sudah duduk di kelas 3 Sekolah Dasar.

Apa yang harus dilakukan orangtua

Jauh sebelum masuk sekolah orangtua harus mengadakan komunikasi yang intens pada anaknya tentang apa dan bagaimana sebuah sekolah. Anak bisa diajak untuk melihat-lihat sekolah, sekolah kakaknya atau melihat video tentang sekolah.

Anak diajak bercerita tentang teman dan persahabatan. Orangtua menggambarkan tentang teman-teman disekolah, bermain bersama, makan bersama, belajar bersama. Orangtua menyediakan gambar atau video mengenai aktivitas sekolah yang dimana hanya terdapat guru dan teman-teman, tidak ada mama nya di dalam kelas, tidak ada orangtua yang lain di dalam kelas.

Orangtua dapat pula mengajak anaknya untuk datang ke Sekolah dimana sang anak sudah terdaftar sebagai siswa sebelum hari H. Semakin mendekat waktu masuk sekolah, maka komunikasi harus semakin intens mengenai persiapan sekolah. Termasuk kesepakatan bahwa anak akan masuk sendiri ke dalam kelas tanpa sang mama, meskipun nanti ada teman-teman nya yang belum siap untuk ditinggal orangtuanya. Katakan kepada anak bahwa “Kamu lebih berani nanti untuk tidak bersama mama di dalam kelas.” Hal ini harus disampaikan berkali-kali pada saat dialog masa persiapan sekolah. Kita harus mengulangnya agar anak dapat memahami, minimal 17 kali setiap hari. Sebagaimana surat Al-Fatihah yang kita ulangi minimal 17 kali setiap hari.

Jika anak masih belum mau ditinggal oleh orangtua di dalam kelas, apa yang harus dilakukan oleh orangtua? Bawa pulang anak dan ulangi hal yang diatas dari awal. Tetap harus dicoba lagi pada hari kedua dan orangua mulai memberikan keteganasan. Ajak bicara anak, layaknya berbicara pada orang dewasa. Misalnya “Kenapa kita gak bisa bekerja sama dalam hal ini?” Sebagai contoh lainnya  “Mama sudah mengikuti semua apa yang kamu inginkan, mama sudah belikan pizza, mama antar kakak untuk beli mainan, tetapi kenapa kakak tidak mau diajak bekerjasama” Dan diharapkan ketegasan orangtua semakin meningkat disini. Bisa dengan perkataan yang lebih tegas “Mama minta kamu melakukannya dan harus kamu coba, mama menunggumu di luar kelas, kakak harus coba begabung dengan teman-teman dan kakak harus coba hari ini.”

Apa yang harus dilakukan Guru dan Sekolah

Sekolah membuat acara opening yang di dalam nya tidak ada kegiatan belajar sama sekali. Hanya mengumpulkan anak-anak untuk “Say Hallo” dan melihat-lihat sesama siswa, dan janganada acara apapun termasuk saling berkenalan. Acara berlangsung paling lama 1 jam. Singkat dan setelah itu sekolah langsung memulangkan anak-anak nya.

Berikutnya adalah acara Masa Orientasi Siswa atau MOS. Masa ini digunakan sekolah untuk anak mengenal lingkungan sekolah. Ini adalah waktu sekolah mempersiapkan diri untuk dikenal oleh siswa. Kegiatannya adalah hal-hal yang tidak membebani anak, waktu lebih singkat dibanding waktu sekolah. Kegiatan MOS diantaranya mengenalkan apa saja kegiatan selama di sekolah, cara ke kamar mandi, cara mengambil dan merapikan mainan, meletakkan tas dan sepatu,cara berjalan, membuka dan menutup pintu dan lainnnya. Untuk lebih lengkap nya Jejak Jemari Institute memiliki Program training tersendiri mengenai Masa Orientasi Siswa di Sekolah.

Akan ditemui banyak ongtua yang sibuk bekerja dan terpaksa harus meninggalkan anak-anak nya di sekolah, siap ataupun tidak siap anak nya untuk masuk sekolah dan belajar. Maka Setelah masa orientasi, sekolah harus menyiapkan waktu persiapan sekolah. Dimana waktu setelah MOS masih digunakan sekolah agar siswa tersebut dapat mengenali lingkungan nya lebih jauh. Karena berbagai macam cara anak untuk mengenali lingkungannya. Ada yang dengan hanya diam, observasi-mengenali satu persatu guru dan teman-temannya, menyendiri, marah, dan menangis. Sekolah pun harus memberikan ketegasan pada orangtua, bahwa anaknya akan aman berada di sekolah dan membiarkan anak untuk melewati masa kritis nya disekolah. Sekolah bisa memberikan dispensasi misalnya selama 3 hari orangtua boleh menemani di dalam ruangan atau tidak sama sekali boleh masuk ke dalam ruangan kelas. Namun semua itu harus dipersiapkan segalanya dengan perencanaan yang matang. Tidak dengan tiba tiba menentukan strategy nya disaat itu juga.***

Materi Parenting : Siap Sekolah

Ingin ikut training online Jejak Jemari, reservasi ke : 62 896-6686-3334 Bunda Yulda

atau ke www.jejakjemari.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat