Bunda Elinopi

Bunda Elinopi : Metode Pembelajaran Montessori Membuat Anak Mandiri

Dikesempatan ini, Jejak Jemari Institute berkesempatan mewawancarai seorang peserta Training Montessori di Kota Bandung beberapa waktu lalu. Jejak Jemari mewawancarai ibu Elinopi, bunda dari Vanessa Chryssanthia dan Vangelis Kaafii.

Bunda Eli, begitu panggilan akrab beliau, sosok yang menarik. Lulusan dari Analis Kimia, namun tertarik dengan dunia pendidikan yang sudah dijalaninya kurang lebih 6 tahun. Bahkan menurut pengakuan beliau, bahwa Bunda Eli sudah mengajar sejak beliau duduk di bangku SMA. Pernah menjadi guru privat dan melatih Pramuka anak-anak SMP. Istri dari bapak Aris Ristiawan ini mengaku senang dengan dunia anak dan senang berbagi ilmu.

Berikut petikan wawancara kami, dari team Jejak Jemari Insitiute bersama Bunda Elinopi.

Apa yang membawa bunda tertarik dalam dunia pendidikan?  

Awal saya mengajar dimulai dari saya SMA, saya bersama teman pernah menjadi guru privat beberapa anak sekolah dasar, lalu setelah lulus SMA saya pernah melatih pramuka anak-anak SMP.

Setelah menikah dan mempunyai satu orang anak, saya kembali terjun menjadi guru pada anak usia dini, hingga sekarang kurang lebih sudah 6 tahun. Kenapa saya mau menjadi guru? Pada dasarnya saya senang berbagi ilmu yg saya punya, saya senang dekat dengan anak-anak, dan jujur saya sedih melihat perkembangan anak-anak pada masa sekarang yg kurang terstimulus dengan baik pada masa sensitif periodnya.

Ini dapat kita buktikan dengan banyaknya kasus speech delay yg saya temukan disetiap tahun ajaran ditempat saya mengajar, anak yg aktif tapi tidak terarah, dan banyak kasus problem belajar yang lainnya. Oleh karenanya saya tergerak, untuk membantu mereka yg belum terstimulus dengan baik dengan membimbing mereka di sekolah.

Luar biasa, cita-cita yang mulia dari Bunda Elinopi. Apa pandangan Bunda mengenai pendidikan di Indonesia saat ini?

Pendidikan di Indonesia menurut saya pribadi, masih kurang memberikan ruang kesadaran kepada para peserta didik tentang apa yg akan mereka lakukan setelah mereka menyelesaikan tahapan pendidikannya. Bahkan ini terjadi kepada saya, dimana tanpa saya sadari, saat saya masih diusia sekolah, saya senang bermain, mengajarkan hal baru kepada keponakan-keponakan saya yang masih balita. Tapi saya tidak menyadari bahwa itu adalah potensi saya, senang dalam mendidik.

Dan untuk saat ini, dengan Kurikulum Tigabelas (Kurtilas) untuk jenjang tingkat anak usia dini, kita diberikan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), tetapi kita tidak diajarkan atau diberikan contoh bagaimana bermain yg benar-benar dapat menstimulas perkembangan ana. Belum lagi administrasi pengajaran yg harus dibuat oleh guru.

Buku tematik, menurut saya kurang tepat untuk anak Sekolah Dasar pada kelas bawah, karena konsep bangunan dasar dari ilmu yg didapat itu tidak mengena pada anak, dan juga memaksa anak untuk mengerti tanpa memberikan ruang anak untuk berkembang. Terlihat simpel dalam 1 buku semua ada, pendidikan kenegaraan, sosial, Ilmu Pengetahuan Alam, Matematika, Seni Budaya yg berkesinambungan, tapi apakah anak paham konsep/kerangka dasarnya? Dan pernahkah ada evaluasiakan hal ini? Apakah anak-anak paham apa yang disampaikan oleh guru dikelas? Begitu banyaknya beban yg dipikul anak untuk belajar, sehingga anak sendiri tidak menikmati asiknya belajar.

Curhat yg saya terima dari para orangtua adalah anak kembali ke orang tua dikarenakan tidak paham mengenai cara belajar disekolah. Lalu, bagaimana dengan anak yang orang tuanya juga pendidikannya kurang? Kurikulum berubah seharusnya diimbang juga dengan perubahan/pengembangan cara mengajar guru.

Kapan Bunda mulai mengikuti Training-Training Jejak Jemari Institute?

Awal saya bisa ikut training Jejak Jemari Insititute dari teman yg sebelumnya sudah pernah ikut training Masa Orientasi Siswa (MOS). Saja ikut training Jejak Jemari mulai dari Training Management Kelas Berbasis Montessori (MKM), apa yg diajarkan dalam Training MKM, langsng saya terapkan dilapangan dan benar-benar aplikatif yang saya rasakan.

Saya sudah mengikuti empat kali training dengan Jejak Jemari dan saya sangat bersyukur bertemu dengan Jejak Jemari, karena dengan saya mengikuti training di Jejak Jemari, saya menemukan bagaimana cara yang tepat dalam membimbing anak untuk menyiapkan mereka di masa yang akan datang.

Berarti Bunda mengikuti training-training Metode Pembelajaran Montessori juga ya. Bagaimana pendapat bunda mengenai Training Montessori?

Di dunia pendidikan anak usia dini, sebenarnya sudah tidak asing dengan metode pembelajaran Montessori, tapi siapa Montessori, kenapa Montessori secara keseluruhan saya dapatkan dari dari training di Jejak Jemari.

Saya selalu menekankan kepada anak saya sendiri, bahwa saya tidak akan selalu ada untuk mereka, sehingga semenjak dini mereka harus bisa mandiri untk mengurus diri mereka sendiri, tapi seringkali saya tidak menemukan metode yg tepat untk membuat mereka mandiri dan teratur.

Dan setelah saya berkenalan secara mendalam dengan metode pembelajaran Montessori, saya menemukan yg saya cari, ini yg saya butuhkan untuk mempersiapkan anak saya, khususnya dan anak didik saya pada umumnya.

Di dalam metode pembelajaran Montessori, semuanya telah sedemikian jelas tahapannya, prosesnya, dan yang paling penting adalah anak menikmati proses belajarnya dengan senang tanpa beban tanpa stress dan berkembang sesuai dengan bakat atau minat mereka.

Ada hal yang berkesan dari Training Montessori dengan Jejak Jemari?

Setelah saya mengikuti Training Montessori Level Tiga Area Bahasa, saya menemukan sesuatu yang luar biasa mengenai cara anak dalam membaca. Bahkan saya melihat hal ini, dapat diterapkan pada anak-anak yang berkebutuhan khusus. Permainan di dalam metode ini, sungguh membuat anak-anak belajar membacara tanpa menyadari bahwa mereka sedang belajar.

Yang terakhir bunda Eli, kalau boleh tahu apa rencana bunda ke depan nya berkiatan dengan dunia kependidikan?

Rencana saya kedepannya ada dua planing besar yg ingin saya capai :

Pertama, Jika kepala sekolah dan yayasan setuju, saya ingin mengembangkan kurikulum disekolah dengan memasukan kurikulum montessori untuk menunjang stimulasi masa sensitif period anak didik.

Kedua, Saya ingin membuka kelas Montessori untuk anak berkebutuhan khusus. Dan akan saya masukkan pada lembaga yang sudah saya rintis dari sekarang.

Menurut Informasi Bunda Eli juga sudah merintis usaha nya yang masih bergerak di dalam bidang pendidikan. Beliau membuka Lembaga Baca di Kota Bandung. Kita doakan semoga semua apa yang dicita-citakan beliau dapat terwujud dengan baik.***

 

Info Training : Jejak Jemari Insitute 0812 1930 8766 (WA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *